Butiran Debu Tentang Puasa

Mendengar kata puasa identik dengan Ramadhan bagi umat muslim, siwalatri bagi umat hindu, gendut bagi orang diet, dan operasi bagi orang sakit (walaupun tidak semuanya harus puasa).Menurut KBBI puasa berarti meniadakan makan, minum, dan sebagainya dengan SENGAJA (terutama bertalian dengan keagamaan). Ya kata yang  di capslock perlu diperhatikan dan andapun kembali melihat kata itu hehehe J.
Sengaja saya membuat semua huruf capital kata SENGAJA karena memang sengaja saja dan andapun kembali melihat kata sengaja itu. Itulah salah satu contoh kalimat yang sengaja saya beri kepada anda yang secara sengaja kalimat tersebut merupakan kalimat yang “un-faedah” lalu anda sudah menyianyiakan waktu hidup anda selama 5-10 detik untuk membaca kalimat di atas. Sungguh paragraph ini benar-benar unch-unch un-faedah J.
Kembali ke paragraph yang berfaedah ya..
Puasa merupakan tindakan yang disengaja untuk melatih penguasaan diri manusia. Pada saat perut ini kosong, hubungan antara perut dan pikiran akan semakin mendekat. Dimana pikiran anda akan menjadi terus ke-bawah jauh melewati tenggorokan, turun ke bawah menuju lambung, terus dan terus menuju perut dan ke pusar, lalu jatuh bebas menuju dengkul melewati selangkangan anda!!. Ya benar di saat kita sedang lapar, maka otak kita akan selalu dipaksa untuk berpikir cepat sigap untuk memenuhi hasrat perut kita bagaimana supaya terisi dan terisi penuh. 

Lalu masalahnya dimana ya? Apa ada yang salah dengan puasa?trus yang lai nulis puasa apa tidak?atau sekarang lagi bulan puasa? Atau anda sudah puas-a?. ini merupakan pertanyaan-pertanyaan pembaca yang sedang menanti-nanti maksud dan tujuan tulisan yang jarang-jarang muncul dari penulis.
Baiklah mari kita bahas satu persatu.
Puasa yang dilakukan secara sengaja merupakan proses melatih pengendalian pikiran agar menuju ke pikiran bawah sadar kita.  Proses ini dapat dilakukan secara bertahap oleh semua orang mulai dari puasa senin kamis, atau puasa 2 hari sekali atau setiap hari dengan interval waktu yang bertahap. Disaat puasa melanda, maka pikiran anda akan menarik diri anda untuk melakukan hal-hal progresif, aktif, dan cenderung tamas. Dengan puasa yang bertahap diharapkan sifat sifat seperti ini dapat dikendalikan dan penyadaran diri akan lebih maksimal.
caption ini tidak akan nyambung dengan isi artikelnya.. :)

Puasa pada esensinya sengaja menahan lapar dan haus pikiran manusia. Lapar tidak hanya di perut saja haus tidak hanya di kerongkongan manusia. Pikiran kita juga seperti itu. Pikiran yang lapar, dan haus akan memunculkan sifat sifat yang progresif, aktif dan cenderung tamas. Sifat –sifat itu akan muncul pada diri kita disaat kita merasa lapar. Disaat lapar, manusia bisa lebih kejam daripada hewan yang sedang kelaparan sekalipun (walaupun esensinya kita juga adalah vertebrata juga). Sifat sifat negative ini muncul karena memang kita sedang haus dan lapar yang tidak terkendali yang menyebabkan pikiran bergerak cepat, syaraf otak mendapatkan asupan lucutan listrik yang tinggi dan kalau tidak terkendali akan menyebabkan adanya arus pendek dipikiran kita dan boom anda sudah tidak bisa mengontrol diri anda sendiri.
Untuk itulah kita perlu sejatinya untuk puasa. Mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan lucutan listrik yang berlebih dalam syaraf pikiran kita. Puasa yang dimaksud tidak hanya makanan, tapi bagaimana kita bisa untuk melatih diri kita menuju ke titik terbawah dalam kondisi kita. Sehingga pikiran bisa menjadi terbiasa menghadapai kondisi bawah sekalipun. Proses pengendalian ini tidaklah mudah. Perlu adanya proses yang bertahap dan sistematis agar kita terbiasa menghadapi keadaan “puasa” sekalipun. Dengan melaksanakan puasa kehidupan ini tentu menjadi terlatih dan akan mampu merefleksi diri sedini mungkin sehingga letupan-letupan listrik dalam syaraf otak kita bisa menjadi lebih terkendali.
Puasa mampu melatih jati diri seseorang.
Manusia adalah mahluk yang paling unik di muka bumi ini (yang buat tulisan ini juga manusia lho.. ehh termasuk yang baca juga.. khan hanya manusia yang bis amengerti Bahasa manusia.. jadi kalau ga ngerti tulisanya ya mungkin kita sudah berada di planet dan galaksi yang berbeda sehingga interpretasi kita tentang Bahasa pun bisa berbeda … LOL). Lanjut ke masalah keunikan manusia. Sebagai mahluk social yang memiliki  ikatan dan rasa ingin  berkomunikasi dengan orang lain tentu saja manusia satu perlu dengan manusia yang lain (kalau manusia makan manusia itu beda lagi ceritanya..). hasil interaksi dan komunikasi manusia satu dengan yang lain tentu saja tidak ada yang mulus dan sesempurna wajahnya syahrini. Pasti ada saja ada mis interpretasi, mis universe, dan mis komunikasi. Adanya perbedaan interpretasi ini tentu akan menimbulkan konflik social. Sebagai mahluk yang unik konflik social ini tentu saja perlu dipecahka secara bersama agar manusia dapat menjalankan kehidupanya di dunia. Kemampuan cara memecahkan masalah inilah yang harus dilatihkan dengan cara puasa. Sehingga terbentuk jati diri manusi ayang sebenarnya.
Dengan terbiasa dan terlatih berpuasa maka pemikiran kita akan selalu berada dalam titik yang tidak stabil. Pengendalian pikiran yang tidak stabil ini dalam berpuasa akan mampu meningkatkan pemahaman diri dari jiwa kita lebih ke dalam dan terus kedalam bahkan sampai ke celana dalam anda…J. Konsep diri yang stabil dan terlatih ini akan mampu membawa kita untuk mengenal diri kita sendiri, mampu merefleksikan diri sendiri, mampu mengukur dan melatih batas-batas kritis diri sendiri dan pada akhirnya tentu akan lebih menghargai orang lain.
Kemampuan diri yang baik sebagai akibat puasa tentu saja mampu untuk mengurangi sikap-sikap penilaian kepada orang lain. Terkadang kita cenderung untuk lebih mengetahui orang laian dibandingkan dengan refleksi ke dalam diri kita sendiri. Kita begitu terangnya ingin mengetahui dan menilai orang lain, namun masih terlalu gelap untuk mengetahui diri-kita sendiri kemampuan kita sendiri. Fenomena lainya adalah kita selalu sering menyalahkan orang lain dalam suatu kejadian bahkan mencari-cari kesalahan orang lain agar kita mampu berlindung dibalik kesalahan itu. Kita terlalu tinggi untuk melihat orang lain namun tingkat penyadaran kita terhadap diri sendiri masih dangkal dan cenderung acuh. Untuk itulah pengendalian diri, refleksi diri dapat dilatih dengan melakukan puasa. Ingat puasa yang dimaksud adalah menahan segala bentuk nafsu tidak hanya makanan damun lebih luas lagi termasuk seluruh panca indria kita. Puasa bukan hanya menahan dengan sengaja indria pengecap saja, namun lebih ke yang lain. Menahan dengan sengaja suara-suara yang tidak baik, menahan indria penglihatan kita untuk melihat yang tidak baik, menahan indria peraba kita untuk menyentuh hal-hal yang tidak berkenan, dan kerjasama kelima indria kita akan mampu mengendalikan pikiran kita untuk menjadi pribadi yang baik.
Sudahkan anda puasa hari ini??

Related

artikel 442622952027728046

Post a Comment

emo-but-icon

Follow Us!

Blogger news

Trending

item